REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON - Bumi pernah memiliki dua bulan. Menurut para astronom, bulan yang lebih kecil menabrak yang lain, sehingga dalam bulan yang ada sekarang terlihat semacam "gambar bekas percikan besar."
Para astronom mencoba mengorek hal ini untuk menjelaskan mengapa sisi jauh bulan yang jauh lebih berbukit dari salah satu yang selalu menghadap Bumi.
Teori ini, yang diuraikan dalam jurnal Nature, dilengkapi dengan model komputer yang menunjukkan bagaimana hal itu mungkin terjadi dan ilustrasi yang menggambarkan bulan seperti "mendapatkan kue di wajahnya".
